Tokoh wanita Era 50-an dopanggung sandiwara

April 4, 2009

Kalangan orang-orang panggung tahun 50-an, mungkin tidak asing lagi dengan Anni St. Paruhum, sosok tokoh wanita dalam panggung sandiwara.

Sekarang istilahnya dunia teater, sedangkan dulu namanya Panggung Sandiwara, pada masa itu belum ada televisi, yang ada hanya radio. Anni St Paruhum adalah bintangnya pada saat itu.


Dahulu, tempatnya orang bermain sandiwara dengan menghadirkan penonton dari kalangan atas dan bawah bertempat di Gedung Kesenian Jl. Bali Medan. Kini tapak gedung tersebut telah beralih fungsi menjadi gedung bertingkat tinggi sebagai tempat ibadah (Wihara). Di sebelah gedung kesenian tersebut dahulunya adalah gedung ODB Medan (Perfilman), tepat di sebelahnya adalah titi gantung yang sampai saat ini masih tersisa.


Anni St Paruhum dulu bekerja di kantor keuangan (istilah sekarang-red) dan aktif mengisi ruangan Sandiwara Radio di RRI Nusantara III Medan pada waktu itu. Selain itu Anni juga sering menulis berita di salah satu harian di Kota Medan.

Menurut Anak Sulungnya, Denny Adil Lubis, SH, ibundanya banyak menyimpan dokumen-dokumen peninggalannya, namun sebagian besar telah hancur karena sudah sekian lama tersimpan di koper besi tempoe doeloe.


“Semua aktivitas yang dikerjakan beliau di masa mudanya selalu diceritakan dan dokumennya tersimpan di dalam koper besi, seperti bekerja, berkesenian dan waktu senggang melukis, baik di kanvas, kertas dan sebagainya,” tutur Denny dan mengatakan, darah seni lukis tersebut menurun kepadanya dan cucunya M. Taufiq Ridho yang kini kuliah di Arsitektur FT USU.

Selengkapnya


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.